Cara Menggunakan Github dengan Mudah

  • 4 min read
  • Aug 01, 2020

Penggunaan Github sangat lekat bagi sebagian besar orang yang menggunakan website, terutama programmer. Biasanya penggunaanya berkaitan dengan layanan penyimpanan berupa repositori, yakni tempat menyimpan file berupa sorce code.Lantas bagaimana cara menggunakan Github ini? Simal ulasannya.

Apa itu Github?

Apabila Anda adalah seorang yang baru berkenalan dengan dunia website, mungkin kata Github menjadi hal asing. Namun tidak masalah, karena setiap kebaruan pasti bisa dipelajari oleh semua orang.

Seperti penjelasan di atas, Github pada dasarnya adalah layanan penyimpanan. Lalu, apa istimewanya? Keistimewaan yang dimiliki terletak pada file penyimpanannya berupa source code.

Apabila Anda masih sedikit bingung dengan penjelasan di atas, pada dasarnya penyimpanannya sama seperti menyimpan file di Google Drive. Biasanya penggunaan Github ini juga untuk kolaborasi beberapa program aplikasi, tidak terkecuali untuk pembuatan website dengan layanan dari Dewahoster.

Mengenal Fungsi Github

Seperti pada penjelasan di atas, Github berfungsi sebagai tempat penyimpanan source code dan alat kolaborasi sebuah project. Namun, apakah ada fungsi lain yang belum diketahui? Simak beberapa hal berikut:

Fungsi lainnya yang bisa dilakukan oleh Github adalah sebagai berikut:

  1. Bisa mengikuti programmer lain sehingga mengetahui apa saja yang dilakukannya.
  2. Ada bagian star yang fungsinya sama dengan bookmark.
  3. Github juga memiliki fungsi Watch, yakni untuk mengawasi repositori tertentu sehingga ketika terjadi perubahan Anda akan memperoleh pemberitahuan.
  4. Selain fungsi di atas, Github juga memiliki fungsi Fork yang kerjasanya sama dengan copy-paste. Hal ini memudahkan ketika Anda membutuhkan source code programmer lain sehingga tidak perlu susah mencarinya.

Setelah membacanya, ternyata banyak fungsi yang diberikan oleh Github. Nah, selain itu alat penyimpanan ini juga bisa digunakan untuk mencari pekerjaan. Adanya follower bisa menambah teman sesama programmer sehingga menambah rekan dan tentunya bisa saling berbagi project.

Bagaimana Cara Menggunakan Github?

Setelah mengetahui fungsi Github di atas, mungkin Anda tertarik untuk menggunakannya namun masih kebingungan dengan caranya. Maka, simaklah langkah-langkah berikut:

1. Membuat Akun

Seperti langkah pertama pada umumnya, penggunaan Github juga harus dilakukan dengan pembuatan akun. Hal ini tentunya agar indentitas Anda bisa masuk ke layanan ini. Tidak perlu khawatir, membuatnya tidak sulit.

Pertama, bukalah website Github terlebih dahulu, setelah itu buatlah akun Anda. Cara pembuatannya sama seperti membuatnya untuk media sosial pada umumnya. Setelah selesai, langsung masuk ke halaman utama dan klik tombol “+” untuk membuat repositori baru.

2. Membuat Repository Online

Setelah membuat akun dan masuk pada halaman utama, Anda akan membuat repositori baru. Berkaitan dengan pembuatannya adalah sesuai project yang sudah dirancang. Misalnya menggunakan “js/belajar-Github”

Apabila sudah membuat repositori baru, silahkan klik “create repository”, maka halaman selanjutnya akan menampilkan hasilnya. Setelah itu langkah yang bisa Anda lalui adalah mengunggah project ke repository online.

3. Mengunggah Folder

Sebelum melakukan pengungguhan, Anda perlu memastikan bahwa project yang akan diunggah sudah tersedia git. Setelah itu, bukalah folder project dengan file eksplorer kemudian klik kanan “open terminal/cmder here”.

Dalam melakukan pengunggahan, ada beberapa perintah dasar yang digunakan, yaitu

git init

git add

git commit –m “first commit”

git remote add origin https://Github.com/aisy/js-belajar-Github.git

git push –u origin master.

Setelah melalui tahap di atas, silahkan cek Github Anda, apakah file yang sudah diunggah masuk atau tidak. Apabila iya, maka sudah berhasil mengelolanya dalam tahap pertama.

Penjelasan Perintah Dasar dalam Github

Apabila Anda adalah pengguna baru website, mungkin ada titik kebingungan dengan beberapa perintah yang terdapat dalam cara menggunakan Github. Agar mudah, simak penjelasannya sebagai berikut:

1. Git Init

Git Init adalah bentuk instalasi pertama. Fungsinya untuk mengeset folder yang digunakan sebagai repo local git.

2. Git Add “.” Atau nama file

Fungsi ini adalah untuk menambahkan file. Tanda titik setelah kata add merupakan keseluruhan file dari folder project tersebut. Saat awal, Anda bisa menggunakan perintah ini. Namun, apabila saat unggah ke repositori gunakanlah penrintah dengan nama file.

Keterangannya apabila menggunakan “git add” :// untuk mengunggah seluruh file pada repo yang biasanya hanya untuk unggahan pertama. Git add .// mengunggah file sesuai nama dan Git add index.html// mengunggah file dalam folder git add pages/index.html.

3. Git Commit –m “isi commit”

Git commit digunakan untuk menambahkan status perubahan saat melakukan pengunggahan ke repositori online. Saat memasukkan keterangan tersebut setelah “git commit –m” ditambah tanda petik lalu komentar.

Dalam melakukan pengaturan pada remote origin dari repositori online, Anda bisa melihatnya pada alamat yang tersedia di bagian atas project denga format “.git”. Hal ini diperlukan untuk mengakses repo sehingga bisa melakukan apapun di sana.

5. Git push origin “nama branch”

Git push origin digunakan untuk mengunggah file pada repository lokal ke online yang sudah diletakkan pada branch di repo tersebut.

Perintah Lainnya dalam Github

Sebagai pengguna baru website, Anda perlu mencoba hosting dari Dewahoster dengan segala kelebihannya. Apabila Anda memiliki versi lain dalam menggunakan Github, mungkin akan menemui beberapa perintah lainnya. Silahkan simak penjelasannya berikut ini:

1. Git config

Git config adalah perintah yang paling sering digunakan dalam menggunakan Github. Fungsinya untuk mengatur konfigurasi tertentu sesuai keinginan Anda seperti email, algoritma untuk diff, username, format file dan lainnya.

2. Git clone

Git clone digunakan untuk checkout repositori. Apabila sedang berada di remode server, silahkan gunakan : git clone alex@93.188.160.58:path/to/repository. Namun, apabila Anda ingin membuat salinan repo lokal, pergunakan git clone / path/to/repository

3. Git status

Git status memiliki perintah untuk menampilkan daftar file perubahan bersama dengan file yang ingin ditambahkan atau dicommit.

4. Git checkout

Git checkout adalah perintah yang bisa digunakan untuk membuat branch atau berpindah. Gunakan command git checkout –b <nama-branch> dalam mebuat branch baru dan berpindah ke dalamnya. Sedangkan untuk berpindah ke branch lain, dunakan git checkout <branch name>.

5. Git pull

Git pull memiliki fungsi penggabungan. Melalui perintah ini bisa tergabung semua peerintah yang ada pada remote repository ke direktori lokal. Menggunakannya dengan membuat perintah puul:git pull.

6. Git merge

Git merge berfungsi untuk menggabungkan branch sehingga menjadi branch aktif. Cara menggunakannya yaitu git merge <nama-branch>.

6. Git diff

Git diff memiliki perintah untuk menampilkan conflicts. Langkah untuk melihatnya dengan file dasar gunakanlah git diff –base <nama file>.

Untuk menampilkan conflicts di antara branch yang akan dimerge git diff <source-branch> <target-branch>, sedangkan untuk menampakkan semuanya gunakan git diff.

Cara menggunakan Github bagi pemula memang sedikit susah. Meskipun begitu, Anda hanya perlu memahami beberapa perintah dasarnya kemudian mencoba mempraktekkannya sesuai langkah-langkah yang ada. Apabila Anda ingin memiliki hosting pilihan bisa langsung cek di Dewahoster.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *